Pages

BERSAKSI, BERSEKUTU, MELAYANI

BERSAKSI, BERSEKUTU, MELAYANI

Banner 468 x 60px

 

Wednesday, 15 February 2023

Memetik Pelajaran dari Tulisan Bapak Pdt Osias Kause, M.Th.

0 comments
Beberapa waktu yang lalu, saat berselancar di internet, tidak sengaja menemukan tulisan Bpk Pdt Osias Kause. Tulisan tersebut dimuat dalam jurnal Luxnos, milik STT Pelita Dunia. Judul yang diberikan pada tulisan tersebut yaitu Peran Jemaat Bagi Pertumbuhan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Maranatha Topan. 
Meskipun judulnya menuliskan peran jemaat, namun apabila dilihat lebih mendalam, banyak pesan yang bisa jadi pegangan bagi para pekerja gereja atau para hamba Tuhan.


Dalam analisa beliau, setidaknya terdapat 8 faktor yang menghambat Pertumbuhan Gereja di Jemaat GKE Maranatha Topan, yaitu:
  1. Kurangnya dukungan orang tua terhadap Ibadah Sekolah Hari Minggu. Tidak hadirnya orang tua pada Ibadah Minggu, otomatis anaknya tidak ikut Ibadah Sekolah Hari Minggu.
  2. Tidak adanya pendeta yang melayani untuk pelayanan Kategorial SPRP. 
  3. Adanya polarisasi dalam jemaat. Terdapat hubungan yang tidak harmonis antar warga jemaat.
  4. Jemaat dipimpin oleh orang yang tidak mempunyai kecakapan dalam menggerakan jemaat. Ketua majelis dipimpin oleh orang awam. 
  5. Hamba Tuhan/Pendeta yang melayani kurang memiliki keberanian untuk melakukan perubahan. Kurang termotivasi untuk mengembangkan gereja.
  6. Tingkat Pendidikan jemaat yang rendah dan tidak mempunyai visi atau kesadaran untuk mengembangkan gereja.
  7. Okultisme. Banyak warga jemaat GKE Maranatha Topan yang lebih percaya pada praktik perdukunan untuk mengatasi berbagai masalah kehidupan, termasuk saat sakit.
  8. Kurangnya pembinaan dalam jemaat karena pengurus sendiri belum memiliki kecakapan dalam melayani.
Dalam tulisannya, Bpk Osias Kause juga memberikan langkah strategi Misi Jemaat Dalam rangka Pertumbuhan Jemaat GKE Topan, Resort Nanga Tebidah, Sintang, yaitu:
  1. Pembenahan Organisasi
  2. Pengefektifan Kepimpinan. Sebaiknya Majelis Jemaat dipimpin oleh hamba Tuhan/Pendeta yang telah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin. Serta terus meningkatkan kemampuan diri dengan terus belajar.
  3. Mengoptimalkan sumber daya dan dana yang ada. Memilih pengurus/bendahara yang dapat dipercaya oleh jemaat.
  4. Pendeta/vikaris yang melayani harus berani untuk menangkap kesempatan, jangan takut mencoba demi pertumbuhan jemaat.
  5. Kunjungan pastoral. Ini sangat penting guna memotivasi jemaat.
  6. Melaksanakan Persekutuan rumah. Kegiatan ini berbeda dengan Kebaktian Keluarga. Persekutuan jemaat rumah diharapkan dapat menghilangkan seteru antar jemaat.
  7. Kebaktian Rumah Tangga.

Bagi saya, apa yang dituliskan oleh Pdt Osias tersebut terkait kondisi Jemaat GKE Maranatha Topan tersebut, mungkin saja, banyak terjadi di jemaat yang lain dan langkah strategi yang direkomendasikan tersebut dapat menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi.


Semoga tulisan Bpk Osias tersebut dapat menggugah kita semua agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam mendorong pertumbuhan gereja/jemaat.


Tulisan lengkap dapat dibaca via tautan berikut: 

https://luxnos.sttpd.ac.id/index.php/20_luxnos_20/article/download/kause_2021/kause_2021/609


Pdt Osias Kause, M.Th. 

Pendeta Resort GKE Pangkalan Bun, GKE Efata, Jemaat Pasir Panjang

(Pernah bertugas sebagai Ketua Majelis Resort GKE  Nanga Tebidah, Sintang, Kalbar)


Read more...

Sunday, 12 February 2023

KEPEDULIAN YANG MENGESANKAN

0 comments

Kemaren, saya mengikuti rapat evaluasi anggaran tahun 2022 di gereja kami. Rapat MPH. sudah lama saya tidak mengikuti rapat MPH. bukan karena saya tidak mau ikut rapat, tapi karena memang sudah lama rapat mph tidak dilaksanakan. kalau tidak salah ingat, terakhir rapat MPH dilaksanakan pada 31 Agustus yang lalu, waktu pemilihan ketua panitia natal dan tahun baru.


Rapat memang menjadi bagian rutin dari suatu organisasi. Rapat sebagai wadah dalam pengambilan keputusan. Rapat digunakan membahas hal hal yang menyangkut kepentingan orang banyak, serta hal yang berkaitan dengan anggotanya. Menyelenggarakan rapat ada seninya juga, mengingat jika rapat tidak dikelola dengan baik maka akan didapati kesan yang tidak baik, misalnya agenda rapat yg tidak jelas atau rapat yang molor, diskusi yang ngalor ngidul, pembahasan yang tidak fokus, kesimpulan rapat yang tidak jelas, dll. Kesan negatif atas pelaksanaan rapat dalam sebuah organisasi atau perusahaan atau kepanitiaan, perlu kita hindari. Untuk itu, penyelenggara rapat harus mempunyai ketrampilan dan kemampuan dalam mengelola rapat. sebagai peserta pun, harus dapat menjadi peserta yang baik, tidak mendominasi. 


Rapat MPH kali ini diikuti juga oleh rekan rekan muda, sehingga suasana rapat menjadi hangat dan aktif serta diselingi dengan candaan. Perbedaan cara pandang dan pendapat antar peserta merupakan hal yang biasa. Semuanya saling melengkapi. Saya lebih banyak mendengar dan menyimak apa yang disampaikan oleh peserta rapat. Rapat yang dimulai pukul 12.30 tersebut berakhir hingga hampir pukul 16.00 WIB. Terdapat beberapa kali adu pendapat yang cukup alot. Salah satunya yaitu pada saat pembahasan mengenai kegiatan bidang Kategorial. Ibu Hambit muncul dengan gagasan baru yaitu agar anak anak remaja memiliki kegiatan yang dipisahkan dari kegiatan Pemuda.

Sebagaimana diketahui bahwa di GKE terdapat nama bidang kategorial Seksi Pelayanan Remaja dan Pemuda (SPRP untuk tingkat Jemaat dan KPRP untuk tingkat Resort/Cares).


Menurut pengamatan Ibu Hambit (salah satu peserta rapat, yang juga penatua dan Anggota MPH), kegiatan SPRP Jemaat GKE DKI Jakarta selama ini lebih terfokus hanya bagi para pemuda/i, sedangkan anak remaja tidak terlayani dengan semestinya. Pendapat inipun disanggah oleh Ketua SPRP. disampaikan bahwa SPRP mengadakan kegiatan bagi semua anggotanya, baik remaja maupun pemuda. Cuma memang, remaja dianggap tidak cukup aktif dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan.  


Ibu Hambit keukeuh, agar ada kegiatan khusus atau pembimbingan khusus bagi para remaja. Jangan sampai anak remaja yang ada, tidak terlayani dengan baik. Bagi saya, apa yang disampaikan oleh Ibu Hambit tersebut, dapat dipahami bahwa ada benarnya. Namun hal yang mencengangkan saya adalah pada begitu ngototnya Ibu Hambit dengan usulannya. Sendirian mempertahankan pendapatnya. Saya sendiri tidak tahu darimana dia mendapatkan keberaniannya untuk berargumentasi dengan peserta yang lain, yang cenderung kurang setuju dengan pemikirannya. 


Ada banyak alasan orang yang tidak setuju dengan pendapatnya, misalnya siapa yang akan mengkoordinir kegiatannya, siapa siapa saja anak remaja yang memerlukan pembinaan, apa kegiatannya, darimana dananya, dll. Yang intinya, menyimpulkan bahwa usulan Hambit bagus tapi jangan sekarang. tahun depan saja atau nanti nanti saja. namun Ibu Hambit tetap ngotot agar anak remaja GKE DKI Jakarta harus dibina, dirangkul dan potensinya dikembangkan. sebagai orang tua yang memiliki anak remaja, jujur...., saya merasa tersentuh dengan apa yang dilakukan Ibu Hambit. 


Menurut sosok yang pernah mengenyam pendidikan di IKIP/Universitas Negeri Jakarta tersebut, masa remaja adalah masa pembentukan. masa remaja juga adalah masa yang berat, masa masa dimana memerlukan pembinaan dan pembimbingan yang betul betul serius. jangan asal asalan. Jangan sampai masa remaja terlewatkan begitu saja. Tidak diisi dengan dasar dasar Firman Tuhan. Jangan sampai momentum masa remaja menjadi hilang. Masa remaja harus diisi dengan kenangan, memori yang baik dan positif. Masa remaja adalah masa yang rawan. Anak remaja mudah terjerumus pada hal hal yang negatif. Anak remaja dalam tahap yang labil. lagi, menurut Ibu Hambit, Gereja harus berperan aktif dalam memberikan fondasi yang kuat bagi para remaja. Pada saat yang sama, gereja juga harus memberdayakan, mengembangkan potensi para remaja yang ada. Anak remaja harus bertumbuh, baik secara karakter maupun ketrampilan. Jika anak remaja dibina dengan baik, maka akan tumbuh menjadi berkat. Menjadi alat Tuhan. Alat untuk kemuliaan Tuhan.


Di sisi lain, menurut pengamatan Ibu Hambit, pembinaan anak remaja tidak bisa digabung dengan anak anak sekolah minggu. Anak sekolah minggu yang rata-rata masih balita. Anak remaja sudah 12 tahun ke atas. Materi ajar anak remaja, berbeda dengan materi ajar anak sekolah minggu. Makanan rohani yang berbeda. Pendekatan dan metode pengajarannya juga berbeda. Gereja harus muncul dan membimbing agar anak remaja dapat bertumbuh, dan menjadi anak remaja yang bisa bergaul dengan baik, sopan, aktif, kreatif dan produktif. Gereja harus menyediakan fasilitas dan komunitas yang baik bagi para remaja yang ada. Gereja harus dapat memberikan makanan rohani yang cukup. Gereja tidak boleh mengabaikan keberadaan anak remaja. Gereja harus menjadi lingkungan terbaik bagi remaja untuk belajar perilaku yang baik. Semua warga gereja harus menjadi role model yang baik bagi para remaja.


Saat ngobrol dengan Ibu Hambit, dia menceritakan/memberikan kesaksian bahwa dirinya banyak dibentuk saat masa remaja, dan baginya masa remaja itu tidak boleh di sia-siakan dan tantangan anak remaja saat ini lebih kompleks. untuk menghasilkan warga gereja yang berakar,bertumbuh dan berbuah, maka mau tidak mau pelayanan bagi remaja harus diperhatikan. Tidak hanya diperhatikan tapi menjadi bagian dari program tahunan Jemaat. pungkas Ibu Hambit. 




Pada rapat tersebut, disepakati bahwa Ibu Hambit ditunjuk untuk menjadi koordinator program remaja tahun 2023. 


Lagi-lagi Ibu Hambit membuat saya terkagum dengan kepeduliannya. Dan sebenarnya, kepeduliannya tidak hanya pada anak remaja, tapi semua bidang kategorial dan pelayanan yang ada di GKE DKI Jakarta, termasuk pada Pelayana Pemuda/i, Bapak Bapak, terlebih lebih pada pelayanan SPPer. 


Rapat siang itu ditutup oleh doa yang disampaikan oleh Ibu Hambit. Dalam doa yang panjatkan, memohon kepada Tuhan agar memberikan hati yang mau melayani dan menganggap hari hari yang ada sebagai kesempatan terakhir dalam hidup dan waktu yang ada harus dimanfaat dengan sebaik baiknya untuk kemuliaan Tuhan, dengan berbuat baik kepada sesama.


Amen buat doa yang dipanjatkan oleh Ibu Hambit.

Tuhan Yesus memberkati.


Ditulis oleh Edi Kahayanto

Read more...

Friday, 3 February 2023

KOORDINATOR PELAYANAN DIAKONIA JEMAAT GKE DKI JAKARTA

0 comments


 

Tidak terasa, sudah hampir setahun, Sejak 6 Maret 2022, Jemaat GKE DKI Jakarta melaksanakan ibadah minggu di Aula Antiokhia. Aula yang beralamat di Jalan Dewi Sartika tersebut memang merupakan aula serba guna. milik GKE.

Di aula yang berkapasitas kurang lebih 100 orang itulah warga GKE DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Ibadah Minggu, tiap minggu pukul 09.30 WIB. 


Setiap minggu, kami yang berdomisili di wilayah Bojong Gede, datang ke aula tersebut. Kebaktian dan sekaligus bertemu dengan rekan rekan jemaat GKE DKI. Salah satu pandangan yang rutin terlihat saat masuk ke aula tersebut, minggu pagi, adalah melihat ibu-ibu SPPer merapikan meja tempat makanan / gelas kopi. Ada yang merapikan kursi. Ada yang menata gelas. Ada yang memasang taplak meja. Ada yang menyiapkan amplop persembahan. Ada yang mengangkat air, dan kesibukan kesibukan lainnya. Diantara para ibu ibu tersebut, ada seorang Ibu yang kerap sibuk mengangkat air galon. baik dari dalam mobilnya ke aula, ataupun dari dapur ke atas meja (tpt meletakkan pemanas air). Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu Dkn Putir Pandan Wangi.  Tidak banyak ibu-ibu yang seperti beliau ini - mungkin satu satunya di GKE DKI Jakarta - yang tidak segan segan mengangkat air galon / membeli air dan diangkat sendiri dari mobilnya ke aula.


Sosok yang cekatan ini, dipercayakan oleh jemaat untuk menjadi koordinator pelayanan diakonia dan perkunjungan doa. Posisi tersebut sangat tepat dan cocok untuknya. selain memiliki ketrampilan yang baik dalam membawa mobil, beliau juga adalah orang yang cekatan serta paham mengenai daerah di Jakarta. Ketulusan hatinya dalam memberikan pelayanan tidak diragukan lagi. Ibu yang memiliki satu putra ini, memang jarang sekali terlihat ngobrol atau santai. selalu ada saja yang dilakukan. Entah merapikan meja, entah menyusun gelas ataupun mengawasi makanan di atas meja. (biasanya makanan sudah disiapkan saat jemaat ibadah dan makanan yang sudah disiapkan tersebut harus dijaga, karena ada kucing, yang bisa mengganggu makanan tersebut, sehingga perlu diawasi). 


Selain pandai masak, ibu anggota paduan suara ini juga memiliki suara yang lantang. apalagi saat bertugas untuk membaca alkitab pada Ibadah Minggu. Suaranya benar-benar berwibawa. sungguh, talenta yang dipergunakan untuk kemuliaan Tuhan.

Sebagai koordinator bidang diakonia, Ibu Putir memiliki jadwal yang kunjungan yang rutin, baik yang spontan maupun yang terencana. Ibu Putir juga memiliki data warga jemaat GKE yang telah memasuki usia indah. Selain dalam rangka perayaan hari besar gerejawi, seperti Paskah, ataupun natal, kegiatan kunjungan pun dilakukan apabila ada warga jemaat yang sakit. 


Keaktifan Ibu Putir dalam pelayanan di jemaat GKE DKI Jakarta perlu didukung dan diapresiasi, terlebih lebih diikuti. Bagi kami, salah satu ciri kinerja Ibu Putir yang patut diteladani adalah sedikit bicara banyak kerja. Benar benar suatu contoh Kesungguhan dalam melayani.


Tuhan Yesus memberkati dan menyertai pelayanan kita semua. Amen. 


Read more...

Sunday, 29 January 2023

SCAN URAIAN TUGAS MPH MJ GKE DKI JAKARTA

0 comments
Read more...

Sunday, 22 January 2023

MENGENAL SALAH SATU PEREMPUAN GKE DKI JAKARTA

0 comments
Sejak Minggu, 6 Maret 2022, Ibadah Minggu Jemaat GKE DKI Jakarta dilaksanakan secara hybrid di Aula Antiokhia. Awalnya, bangunan Aula Antiokhia adalah sebuah bangunan tua dan oleh warga jemaat GKE DKI Jakarta dikenal dengan nama Mess Cawang. Bangunan tersebut, pada masa pandemi covid19, telah direnovasi, kemudian diberi nama Aula Antiokhia. Di aula yang beralamat di Jalan Dewi Sartika nomor 136 itulah, jemaat GKE DKI Jakarta berkumpul dan melakukan berbagai aktivitas; rapat, ibadah, dll.

Bagi warga GKE yang ingin beribadah di Jemaat GKE DKI Jakarta, dapat datang langsung ke Aula Antiokhia atau dapat mengikuti Ibadah secara online melalui channel Youtube GKE DKI Jakarta. Ibadah Minggu dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 09.30 WIB. Terdapat 3 pendeta pelayanan yaitu Pdt Edi Liverda M.Si-Teol, (sebagai Ketua Jemaat), Pdt Ina Sisani S.Sn, dan Pdt Pastria Ekatara, S.Th.

Sebagaimana kegiatan pelayanan di Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis pada umumnya, Jemaat GKE DKI Jakarta juga memiliki pelayanan kategorial, yaitu Seksi Pelayanan Perempuan (SPPer), Seksi Pelayanan Bapak Bapak (SPB), Seksi Pelayanan Pemuda dan Remaja (SPRP) dan Seksi Pelayanan Anak (SPA). Selain Bidang Kategorial, terdapat juga pelayanan diakonia/perkunjungan dan doa, dan kegiatan kegiatan lainnya, seperti perayaan Hari Hari Besar Gerejawi, Kegiatan pembekalan bagi penatua/diakon, kegiatan paduan suara, dan kegiatan kegiatan lain seperti latihan persiapan untuk Ibadah Minggu. Hampir semua kegiatan pelayanan tersebut didominasi oleh kaum perempuan. Peranan kaum ibu-ibu dalam "menghidupkan" kegiatan pelayanan di Jemaat GKE DKI Jakarta patut diacungi jempol. Baru baru ini, kegiatan yang dilaksanakan oleh GKE DKI Jakarta yaitu Kunjungan Diakonia, Partisipasi pada Natal Jemaat GKE Yogyakarta, dan Pelaksanaan perayaan Tahun Baru Jemaat. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut mendapat dukungan yang besar dari kaum perempuan GKE DKI Jakarta. Sebut saja misalnya pada kegiatan partisipasi Perayaan Natal di GKE Yogyakarta, perwakilan Jemaat GKE Jakarta yang hadir pada acara tersebut didominasi oleh para ibu-ibu. Pada kegiatan perkunjungan diakonia pun, didominasi oleh perempuan. Perayaan tahun baru yang dilaksanakan pada 21 Januari pun, terselenggara dengan baik, atas dukungan dan kerja keras kaum ibu ibu. Tentu saja, andil para pemuda dan bapak bapak, juga tidak sedikit pada acara tersebut.

Kegiatan Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023,  diketuai oleh kaum perempuan, Ibu Indri Mahar, dengan wakil ketua yaitu Ibu Hambit Maseh. 


Tampak bahwa kontribusi kaum ibu ibu sangatlah besar dalam menggerakkan roda pelayanan di Jemaat GKE DKI Jakarta. Mirip seperti pada cerita di injil dan juga pada pelayanan jemaat mula mula.

Salah satu sosok perempuan yang sangat aktif di Jemaat GKE DKI Jakarta yaitu Ibu Hambit Maseh. Beliau adalah seorang pelayan. Seorang penatua. Sosok teladan. Rendah hati. Enerjik. Supel dan suka berbagi.

Profesi sehari-hari sebagai seorang notaris, tentu saja membuatnya sangat sibuk. Namun kesibukan itu, tidak menyurutkan keinginannya untuk melayani bersama di Jemaat GKE DKI Jakarta. 

Ibu Hambit juga aktif dalam penginjilan. Banyak orang yang diajak untuk bertumbuh dan melayani bersama di Jemaat GKE DKI Jakarta. Ada Bpk Efendi Saprin, ibu Pnt Conny Wantalangi, ada Bpk Sudirman dan keluarga, ada Dkn Violina Subanu, dan juga Rita Manik, serta beberapa anak muda yang telah menjadi jemaat di GKE DKI. Ibu Hambit juga menjadi koordinator Program Baca Alkitab, 3 Pasal setiap hari. Dan tahun ini telah memasuki bacaan putaran yang ketiga. (Kitab Kejadian hingga Wahyu).

Terlahir di keluarga yang berkecukupan dan terbiasa untuk berbagi, telah membentuk Ibu Hambit menjadi orang yang suka membantu orang lain. Tidak bisa melihat orang lain dalam kesusahan. Saya masih ingat beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada pertengahan tahun 2021 di saat banyak orang terpapar covid19, ada beberapa rekan kami yang juga positif covid19 dan harus dilarikan ke rumah sakit. Saat itu, selain mobilisasi yang sulit karena penerapan physical & social distancing, juga sulit karena kelangkaan oksigen tabung. Sebagaimana diketahui, orang yang terpapar c19 mengakibatkan tingkat saturasi oksigen dalam darah menjadi menurun. Sangat berbahaya.  Kebutuhan oksigen tabung menjadi meningkat dan sulit dicari. Ada dijual, namun dengan harga yang sangat mahal. Salah satu rekan kami yang terpapar covid19 dan harus diisolasi di rumah sakit yaitu Pak Baren. Saat itu Pak Baren memiliki 3 anak balita. Dengan masuknya Pak Baren ke rumah sakit, otomatis istri Pak Baren/Ibu Kharisma menjadi sangat sibuk serta membuat kesehatannya menurun. Di saat kondisi yang sulit tersebut, Ibu Hambit memberikan bantuan, membawa salah satu balita untuk diasuh di rumahnya. Naluri keibuan yang dimilikinya dengan mudah membuat si balita merasa nyaman dan tidak rewel bersamanya.

Selain pandai dalam membaca indah Alkitab, Ibu Hambit juga berbakat dalam seni peran. Bakatnya juga dipersembahkan untuk pelayanan. Misalnya tampil dalam drama, lenong, maupun membaca puisi.

Bu Hambit juga mempraktekkan kehidupan berjemaat sebagai sebuah keluarga Allah. Tidak membeda bedakan dalam bergaul. Cocok dengan semua orang. Mudah bergaul. Yang kecil dianggapnya sebagai anaknya, yang lebih muda dianggapnya adik, dan yg lebih tua dianggapnya kaka. Semua dikasihinya dengan tulus.
Satu hal yang dia takutkan adalah kesombongan. Menurutnya, jika tidak menjaga  hati, waspada, orang yang lama terlibat di dalam pelayanan bisa jatuh dalam kesombongan rohani. Itu yang beliau takutkan. Menurutnya, salah satu ciri kedewasaan dalam mengikut Tuhan adalah memiliki kerendahan hati. Sesuatu yang tidak mudah.

Keinginannya untuk bertumbuh dalam Tuhan begitu kuat. Selain rutin membaca dan merenungkan FT, Ibu Hambit juga aktif dalam mengikuti kegiatan pemuridan.


Ibu Hambit telah menjadi sosok penggerak dalam pelayanan di Jemaat GKE DKI Jakarta bersama dengan pelayan lainnya. Kehadirannya selalu dirindukan. Membuat hati orang tersentuh dengan kebiasaannya yang suka memberi.
Kebahagiaannya terletak dalam melihat orang lain bahagia.

Ibu Hambit benar benar mempraktekkan Amsal 3:27. Diyakini bahwa kebiasaannya untuk berbagi tersebut adalah respon dan ungkapan syukurnya atas berkat, cinta kasih, kemurahan dan penyertaan Tuhan di dalam hidupnya. Sungguh. Bagi kami, Ibu Hambit merupakan sosok teladan.
Saya pribadi selalu mengingatkan anak anak  saya, agar jangan pernah melupakan kebaikan Ibu Hambit. Saya bilang ke anak-anak saya, agar jangan pernah menolak kalau ada anak cucu/keturunan Indu Lawit minta tolong. 

Penulis bersama Perempuan GKE DKI (Ibu Hambit, Ibu Christien dan Ibu Dewi T. Sari)


Bila jemaat gereja di Kengkrea (Roma 16:1-2) mereka memiliki sosok Febe, sosok pribadi yang murah hati, suka membantu orang lain,  maka di Jemaat GKE DKI Jakarta, kita mempunyai seorang Ibu Hambit.

---------------------
 

KLIK TULISAN BERIKUT Puisi Natal oleh Ibu Hambit, Ibu Christien, Ibu Dewi  https://youtu.be/UvcyyXhh9xw

Soli Deo Gloria. Segala kemuliaan hanya bagi Allah.

---

Penulis: Edi Kahayanto






 

Read more...

Friday, 28 October 2022

GKE DKI Jakarta Berbagi

0 comments

 Tim Perizinan 







Read more...

Saturday, 3 September 2022

DOKUMENTASI PERKENALAN JEMAAT YG BARU IBADAH DI GKE DKI

0 comments

 


Terima kasih kepada Ibu Maria Sitorus atas dokumentasi

Read more...