Pages

BERSAKSI, BERSEKUTU, MELAYANI

BERSAKSI, BERSEKUTU, MELAYANI

Banner 468 x 60px

 

Tuesday, 10 December 2019

Dokumentasi Ibadah Keluarga di tempat Keluarga Joel Baner H. Toendan

0 comments
Ibadah Keluarga di tempat Kel. Joel Baner H. Toendan
7 Desember 2019


Bpk Joel Baner H. Toendan menyampaikan sambutan















Read more...

Monday, 21 October 2019

Pelatihan Membuat Sanggul

0 comments

SPPer GKE DKI Jakarta selenggarakan kegiatan Pelatihan Membuat Sanggul


Dalam rangka meningkatkan ketrampilan Jemaat GKE DKI Jakarta, khususnya bagi kaum perempuan, SPPer GKE DKI Jakarta menyelenggarakan pelatihan dengan tema "Membuat Sanggul tanpa Stylist Salon". Minggu, 20 Oktober 2019 (setelah Ibadah Minggu).

Hadir sebagai narasumber pada pelatihan tersebut yaitu Ibu Netty Susanto. Kegiatan dilaksanakan di Aula STFT Jakarta, Lt 5. Jalan Proklamasi No 27, Jakarta Pusat.

Tidak ketinggalan, Ibu Pdt Ina Sisani dan Ibu Pdt Bimbing Kalvari juga hadir dan mengikuti pelatihan tersebut. 

Sebelum melakukan praktek, Ibu Netty Susanto menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan tersebut yaitu untuk memberikan pemahaman dasar dalam pembuatan sanggul. Apa yang akan disampaikan oleh Ibu Netty Susanto adalah hasil dari pengalaman beliau sendiri. diceritakan bahwa terkadang tidak semua wanita langsung cocok dengan penata riasnya. Sehingga, untuk acara yang sifatnya tidak resmi, ketrampilan para wanita untuk dapat membuat sanggulnya sendiri tentu saja akan sangat bermanfaat. Disampaikan pula bahwa dalam pembuatan sanggul tersebut, masing-masing peserta dapat menyesuaikan dengan kebutuhannya. jika seseorang dapat membuat sanggul untuk dirinya sendiri, selain menghemat waktu ke salon, juga dapat menghemat biaya. 

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan:
Ibu Netty tengah membuat sasak dengan model adalah ibu Lenny Nyunting, tampak Ibu Pdt Ina Sisani memperhatikan dengan Saksma.



Ibu Pdt Bimbing Kalvary tengah membuat sanggul



Ibu Hambit Maseh tengah menikmati menjadi model dalam pelatihan pembuatan sanggul






Selain pelatiihan membuat sanggul, para peserta juga diajarkan cara untuk merapikan alis.

Direncanakan pelatihan tersebut akan dilanjut dengan materi yang lebih beragam, seperti cara padu padan, dasar-dasar make up, dan ketrampilan-ketrampilan lainnya.

Semua peserta tampak senang dan antusias mengikuti pelatihan tersebut. mereka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Netty yang telah berbagi ilmu kepada SPPer GKE DKI Jakarta. 

Tuhan Yesus memberkati....
Semoga menginspirasi, khususnya bagi pelayanan Bapak-Bapak agar dapat segera merealisasikan kegiatannya. Amin :) 

Untuk informasi terkait pelayanan Jemaat GKE DKI Jakarta dapat menghubungi Ketua MJ GKE DKI Jakarta, Bpk Pdt Edy Liverda, M-Si-Teol (0823 5170 2443). 
Read more...

Monday, 21 January 2019

SUSUNAN PANITIA NATAL 2018 DAN TAHUN BARU 2019 GKE DKI JAKARTA

0 comments
Berdasarkan  Putusan Badan Pekerja Harian Majelis Jemaat GKE DKI Jakarta, Nomor: 10/BPH-MJGKE/DKI/KEP/IX/18 tentang Susunan Panitia Perayaan Natal 2018 dan Menyambut Tahun Baru 2019 Jemaat GKE DKI Jakarta, SUSUNAN PANITIA adalah sebagai berikut: 


Penanggungjawab :
MAJELIS JEMAAT GKE DKI JAKARTA 

Penasehat:
Dr. A Teras Narang, SH
Dr.Ir.Willy M Yoseph, MM
Brigjen (Purn) Victor Phaing
Punding Baner awan

Ir. Nusa J. Toendan
Paskatu Hadinata, SH, MH
Pdt. Edy Liverda, M.Si-Teol


Panitia Pelaksana :
Ketua          : Edi Kahayanto, MA.
Wakil Ketua : Netty Susanto
Sekretaris    : Christien Ekana, MBA, MA
Bendahara   : Benny Budisatrio, SE



Seksi - Seksi :

Umum dan Kesekretariatan :
Barensius Purba Pakpak (koord)
Vic. Kiky Saputra
Egi Milu Erfata M.
Agus Pantri, A.Md 

Usaha dana :
Julian  (koord) 
Dr.Ir.Willy M Yoseph, MM
Paskatu Hadinata, SH, MH
Sintha Djandam, SE.
Hambit Maseh, SH


Acara dan Liturgi :
Pdt Ina Sisani (koord) 
Pdt. Bimbing Kalvari
Timothy Uriel Pelmar
Sinta Setiani
Desi Julian
Amoy Yan Sari
Herlin Aki Apu
Tim Worship GKE DKI Jakarta

Paduan Suara:
Dewi Tunjung Sari, SH, MM (Koord)
Pdt Idrus Sasirais
Pdt Bimbing Kalvari
Pdt Ina Sisani
Sambodo
Seluruh Anggota SPP/SPPR

Multimedia
Richard Ferry Nugraha, S.Pd., M.Hum  (koord) 
Yuzhalen Mihewu
Andy N.J Hosang, S.A.B
Dewi Mega Paskatu
Diego Pernando P.
Albertus Nihin
Wihandri, Amd. Kep.

Keamanan:
Max Plaru Binti (Koord)
Hambit Maseh, SH
Hersina Y. Ugang
Julian Paskatu
Rendi Agusta

Perlengkapan/dekorasi :
Setra Ajinata, S.Kom ( koordinator)
Pdt. Idrus Sasirais
Conny C.P. Wantalangi
Dedy B. Wandray
Ade Patra Mangko, S.Si., M.Sc
Arry Setiawan
Effendi Saprin
Sarah Sriati
Seluruh anggota SPP/R 

Konsumsi :
Albertha Bungas Binti (koord) 
Lenny Nyunting
Conny C.P Wantalangi
Atsy Krisanty
Agustine Kahayanto, S.Pd
Kharisma P. Tarnesya

Penerima tamu :
Mastarie S. Rasan (koord)
Barliancy Toendan.
Bintan W. Moesa 
Ruswati Anita Iban - Djawa
R. A. Yayuk Binti
Laura Tundang
Christy Murti
Agustina Sumping Binti
Sandra Sharon Soeling
Amelia kahandjak Binti
Teressa Maharani
Wiula Sandy
Nunu Handuran
Mayoasi C. Henok Toendan
Sepiasi (Aci) Toendan
Lely. H. Tundang, SS

Diakonia/Bingkisan Kasih :
Putir Pandan Wangi (Koord)
Punding Baner Awan
Nawati Saloh Awan
Christina Hobertina
Yohana Nyunting
Maria Tiurma Paskatu
Yenny Oemar B Cypier.

Anak SHM : 
Inriany Djandam (koord) 
Rosalina Y. Aden
Read more...

Produk Unggulan Kutai Barat dipromosikan pada pameran Perayaan Natal Nasional GKE DKI Jakarta

0 comments
Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Kutai Barat menyemarakkan acara Natal Nasional dan Perayaan Tahun Baru Gereja Kalimantan Evangelis DKI Jakarta, 13 Januari 2019. 

Beberapa produk yang dipamerkan, kerajinan tenun doyo, badong, tumpar, jomoq dan berbagai aneka anyaman rotan. Selain itu, kuliner khas Kubar seperti kerupuk belida, gula semut, beras jagaq dan jelay


Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Dekranasda Kubar Ikut Partisipasi Pameran Produk Unggulan di Jakarta, http://kaltim.tribunnews.com/2019/01/22/dekranasda-kubar-ikut-partisipasi-pameran-produk-unggulan-di-jakarta.
Penulis: Febriawan
Editor: Sumarsono
Read more...

Tuesday, 28 November 2017

Dokumentasi Kegiatan Rapat Panitia Pembangunan Gereja GKE DKI Jakarta

0 comments
Minggu, 26 November 2017.

Panitia Pembangunan Gereja GKE DKI Jakarta menyelenggarakan Rapat Perdana yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Sinode GKE, Bapak Dr. Wardinan S. Lidim, M.Th.

Berikut beberapa foto kegiatan dimaksud.

Undangan Ibadah
 
Konsumsi Rapat

 

Berfose menjelang Ibadah

 Berfose menjelang Ibadah

Ibu Pdt Ina Sisani (liturgos) berkoordinasi dengan Pdt Dr. Wardinan S. Lidim 
Anak-anak Sekolah Minggu

Bergaya sebelum tampil


Penampilan Seksi Pelayanan Perempuan 
GKE DKI Jakarta
(gerak dan lagu rohani bahasa Betawi Tanjidor Surge)

Penyampaian Firman Tuhan oleh Pdt Dr. Wardinan S. Lidim



 Para Pendeta Ketua Resort GKE menyanyikan lagu "Hidup Ini Adalah Kesempatan"


 Foto setelah Ibadah


Ibu-Ibu Seksi Pelayanan Perempuan

 Rapat panitia Natal

 Rapat dipimpin oleh Pdt Dr. Wardinan S. Lidim M.Th
 Pemaparan oleh Saudara Fredi Phaing terkait desain Gereja
 Paparan
 Presentasi oleh Pak Benny terkait hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembangunan gereja di DKI Jakarta
 Paparan dari RayWhite Jakarta Pusat terkait sebuah gedung di Jakarta Pusat


 Foto bersama setelah Rapat Bersama

Panitia Pembangunan tengah berfose dari atas salah satu gedung di daerah Cikini, Jakarta Pusat

Catatan:
Rapat perdana panitia pembangunan Gereja GKE DKI Jakarta tersebut dihadiri oleh sekitar 115 orang peserta. Sebagian besar peserta datang dari Kalimantan, yaitu para Ketua Resort GKE dan Para Pejabat Daerah. 

Acara rapat juga diisi dengan pengumpulan Janji Iman untuk pembangunan Gereja GKE DKI Jakarta. Janji Iman yang terkumpul pada rapat tersebut hampir mencapai 2 Miliar.

Keputusan sementara, Gereja GKE DKI Jakarta adalah dengan membeli gedung yang sudah ada, serta mempunyai perijinan. Hal tersebut dengan mempertimbangkan bahwa Jemaat GKE DKI Jakarta sebaiknya mempunyai gedung gereja sendiri, sehingga tidak perlu menyewa untuk tempat beribadah.

Sebelum diputuskan untuk melakukan pembelian, Panitia Pembangunan di Jakarta akan melakukan kajian terkait salah satu gedung yang ada di Jakarta Pusat. Hasil kajian tersebut akan disampaikan Ketua Panitia Pembangunan, Bpk Dr. Ir. Willy M. Yoseph.

Kedepan, Panitia Pembangunan akan melakukan pertemuan-pertemuan dengan para Ketua Resort guna mensosialisasikan rencana pembangunan gereja tersebut. 

Ketua Umum MS GKE juga menugaskan kepada para Ketua Resort untuk mensosialisasikan rencana tersebut serta membantu panitia Pembangunan dalam penggalangan dana. 

Diperkirakan, Dana yang diperlukan untuk pembelian / pembangunan gedung tempat ibadah berkisar antara 40 hingga 50 Miliar.



 

 
Read more...

Sunday, 5 November 2017

Renungan / Khotbah Ibadah Minggu di Gereja GKE DKI Jakarta

0 comments
Syalom,

Bagi saudara/i yang ingin membaca ringkasan khotbah Ibadah Hari Minggu GKE DKI Jakarta, silahkan klik link dibawah ini.




Khotbah pada Ibadah Minggu, 5 November 2017

Khotbah pada Ibadah Minggu 29 Oktober 2017

Khotbah pada Ibadah Minggu, 17 September 2017


Tuhan Yesus Memberkati kita semua...Amin
Read more...

Saturday, 4 November 2017

KHOTBAH MINGGU, 05 NOPEMBER 2017

0 comments

KHOTBAH MINGGU, 05 NOPEMBER 2017

GEREJA GKE DKI JAKARTA

LUKAS 6 : 46 – 49



“KELUARGA  BIJAKSANA PEMBAWA BERKAT”

Oleh : Pdt. Edy Liverda, M.Si-Teol



PENGANTAR

Realitas atau konteks kita

Kita sangat  bersyukur bahwa perjalanan kehidupan bergereja kita di DKI Jakarta sampai hari ini dapat berjalan dengan baik.  Saat yang paling sulit adalah bagaimana kita membangun dasar.  Inilah yang disebut dengan membangun sistem atau dalam istilah yang lain, yaitu meletakkan pondasi.  Pondasi itu dibangun, bukan saja agar memastikan semuanya berjalan baik-baik saja, tetapi apakah semua orang bisa mengambil perannya di sana,  bisa bekerja sama atau apakah yang dikerjakan bersama itu mempunya tujuan yang sama atau tidak.  Jika saja pondasi ini dapat kita bangun lebih awal dan lebih baik, maka perjalanan kehidupan organisasi itu dapat dipastikan berjalan dengan baik pula, jika tidak maka dapat dipastikan organisasi itu akan menjadi semacam istana pasir. Indah dan menawan, tetapi rapuh seperti tubuh tidak bernyawa.

membangun  DASAR

KITA HARUS MAMPU MEMASTIKAN SEMUA ITU BISA BERJALAN DENGAN BAIK - ADA KERJA SAMA YANG BAIK - ADA TUJUAN YANG SAMA YANG MAU DI CAPAI. ITULAH YANG DIMAKSUDKAN DENGAN MEMBANGUN SISTEM





AKTUALISASI TEKS

Membangun rumah tangga yang bijaksana



Ada beberapa hal yang harus kita telusuri lebih awal, yaitu pernyataan dengan kata “bijaksana’ dan “bodoh”. Kata ini memang bukan tanpa alasan dimunculkan atau dipakai, namun sesungguhnya kata ini memperlihatkan hal yang lebih mendalam yang berhubungan dengan teks tersebut. Kata bodoh dan kata bijaksana dipertentangkan secara ekstrim, terutama sekali dalam hal tindakan. Dan dari tindakan itu akan berakibat fatal sekali. Kita bisa saja terjebak melakukan kebodohan-kebodohan. Dalam teks ini, baik orang pertama dan orang kedua, sama-sama melakukan sesuatu. Sama-sama berkeinginan membuat rumah, sama-sama melakukan pekerjaan (ada aktifitas), namun hasil akhirnya yang berbeda. Melalui ayat-ayat ini, Yesus justru ingin memperlihatkan hasil akhirnya yang berbeda itu. Orang pertama mendirikan rumah di atas batu dan orang yang kedua mendirikan rumah di atas pasir. Kelihatan remeh dan sepele, lalu dimana perbedaan itu terjadi :

Pertama pada komitmen, Nats ini merupakan rangkaian Khotbah di Bukit, dan intinya dari khotbah di bukit adalah bagaimana kita dapat hidup dalam“norma-norma Kerajaan Allah” – atau hidup dalam “norma Kasih”.Kalau kita melakukannya berdasarkan kasih, maka kita hidup akan dikendalikan oleh nilai-nilai. Nilai-nilai itulah yang memperlihatkan kita sesungguhnya. Nilai itu seperti yang dikatakan rasul Paulus dalam 1 Korintus 13 : 6, yaitu kasih. Kasih tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Hidup dalam kasih berarti mengejar arti, bukan gengsi. Berjuang demi kebenaran, bukan kebesaran. Obsesinya bukan memperoleh, tetapi hidup berbagi. Bukan mencari berkat, tetapi menjadi berkat. Kerinduannya bukan bagaimana agar memperoleh sebanyak mungkin, tetapi bagaimana menjadi sebaik mungkin.

Kedua pada proses, Proses biasanya selalu berhubungan dengan tujuan atau hasil akhir. Banyak kita tidak menghargai proses, tidak mau berjuang dalam proses, tetapi sangat berharap agar hasil akhirnya bagus dan hebat. Setiap orang yang disebut bijaksana adalah orang yang mampu mengolah dan menata tantangan menjadi peluang (berkat). Orang yang bijaksana, misalnya mampu mengolah tanah yang keras menjadi batu bata. Artinya menghargai perjuangan hidup berarti mengharga hidup itu sendiri. Bagaimana kita bisa tampil bagus menjadi song leaders, tetapi malas latihan. Bagaimana kita bisa mampu menhayati Firman Tuhan, Alkitab saja malas membaca.

Mengutip Eka Darma Putera (1 Korintus 13 ; 6) : kasih tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Hidup dalam kasih berarti mengejar arti, bukan gengsi. Berjuang demi kebenran, bukan kebesaran. Obsesinya bukan memperoleh, tetapi hidup  berbagi. Bukan mencari berkat, tetapi menjadi berkat. Kerinduannya bukan bagaimana agar memperoleh sebanyak mungkin, tetapi bagaimana menjadi



Bila kita berbicara tentang keluarga yang bijaksana berarti menjadi keluarga yang berjuang. Berjuang bersama dalam komitmen bersama, yang melandaskan kehidupan keluarga itu dalam kasih. Walaupun berjauhan tempat tinggal, misalnya orang tua di Kalimantan dan anak-anak sekolah di pulau Jawa, kalau kasih yang melandasi, maka tetap saja keluarga itu menjadi berkat.

Berjuang bersama dalam proses yang dilandaskan KASIH itu bisa saja dalam bentuk yang sangat sederhana, misalnya saling menopang dalam doa. Jangan orang tua sibuk dengan pekerjaannya saja sampai tidak sempat berdoa untuk anak-anak. Atau anak-anak jangan karena merasa sibuk kuliah, sampai tidak sempat berdoa untuk ayah dan ibu dan saudara/i yang jauh.

Marilah sebagai keluarga, jemaat dan pribadi memilih menjadi orang yang bijaksana dan hidup menjadi berkat. Amin






Read more...